diam melihat kekerasan yang di tayangkan oleh pembunuh hak asasi manusia... diam melihat pengrusakan yang di lakukan media terhadap budaya dan mental bangsa... haruskah terus berlanjut.....??? bangsa ini sudah menangis cukup lama... tolong hentikan sema ini.... biarkan kita menjadi diri kita sendiri yang lebih mencintai merah putih dengan jiwa ini...
Label: Goresan Tangan KecilDiri ku Menulisnya
Seni membuat kita menjadi berguna untuk hidup karena berkaya membuat seseorang menjadi hidup lebih muda dari pada umurnya....
Danhasil akhir adalah sebuah proses dengam pembelajaran tanpa henti....
melihat langit yang di sayayat2 oleh awan untuk mencoba membuka kerlap-kerlipnya bintang bertaburan di atas kepala ku saat tadi malam..... melihat keatas di langit biru kelam saat di capoelaga ciater subang..... tentram hati ini mendengar suara alam yang harmoni di buat oleh maestro hutan... certia saat malam hari 16 - 17 mei
Label: Goresan Tangan KecilMusic tanah air ku mulai di ambang kritis yang sudah melampaui penyakit stadium 5 yang dapat membuat orang mati, ketenaran dan keyaan menjadi unsur utama untuk musik saat ini, banyak sekali kaum-kaum homo yang mulai memainkan music hingga tak berwarnanya dunia ini.
Senang diriku melihat kembali era 90'an yang mempertontonkan sejuta warna musik yang berkembang, sejuta idealis yang di ikat mejadi satu dengan musik nya. tidak satu jenis yang dapat di atur oleh para penguasa label yang menjadikan sebuah musik hanya sebuah alat untuk merauk ke untungan sebesar-besarnya, tidak hanya modal tampang dan genre yang mudah di dengar oleh semua kalangan.
Media pun tak asingnnya mafia yang memonopoli brand image suatu genre musik, yang tak akan memberi peluang pada musik yang tidak bersahabat kepadanya, terlebih dari itu usik yang bergerak di bawah tanah yang berusaha mengendap-ngendap mendobrak realitas yang ada berusaha membuat dunia ini lebih bewarna dan menyebarkan pesan untuk dapat hidup lebih berguna, bukan hanya hal cinta sebuah pansangan yang membahas putus dan nyambung nya tali asmara lagi.
Bila tuhan mendengarkannya, ubah negara ku ini menjadi negara yang penuh dengan warna, penuh dengan realitas yang membuat orang menjadi lebih hidup.
Pertama adalah orang yang memasok berita seperti wartawan, writer, editor, kameramen dan sebagainya, mereka adalah orang yang mengerjakan dan mecari berita hingga siap tanyang di suatu media. Sedangkan yang Kedua adalah sumber yang akan menjadi pusat informasi liputan suatu berita, baik itu mengenai informasi maupun saksi mata yang di butuhkan.
Selain dari pada kedua itu pun terdapat elemen pendukung seperti tanggal, tempat, jumlah, dan sebagainya menjadi pendukung hingga terciptanya 5W 1H di dalam sebuah berita
Dimana sumber berita yang dijelaskan di atas merupakan peran penting dalam pembuatan berita, bila salah satu elemt tidak dapat medukung terciptanya berita maka tidak akan terjadinya sebuah berita yang solid, fatual, dan aktul serta dapat di percaya oleh khalayak
Fotografi Modern di Era Film Sudah Langka
Di zaman yang serba cepat dan instan ini bearkembang lah sebuah fotografi digital yang sudah tidak menggukan lagi film seluloid, tetapi sudah menggukan memori kecil yang bisa di sebut Compact disk atau smal disk. hal ini disebabkan arus informasi yang begitu cepat yang harus memakan waktu sedikit untuk dapat ditayangkan kepada publik, dan fotografi film pun lambat laun mulai hilang dari peredaran.
Fotografi zaman skarang tidaklah menghiraukan lagi esensi dari fotografi itu sendiri, sudah tiak mementingkan teknik dasar sebagai pembekalan diri, tetapi fotografi sekarang lebih memilih peralatan yang komplit dan canggih untuk sebagai ilmu dasra fotografer itu sendiri, banyak orang bilang era digital saat ini adalah era membodohi fotografer, dikarenakan fiture yang ada memanjakan fotografer itusendiri yang lambat laun akan terlena dan melukan esensi dasar itu sendiri.
Tetapi banyak sekali orang kembali lagi ke Film dikarenakan kerinduannya terhadap kemala analouge yang mengeluarkan bunyi yang lebih kencang dan sulit mengatur cahaya yang masuk. hal tersebut menjadi nilai plus dikalangan fotografer.
Ada sebuah kejadian yang lucu menurut saya yang terjadi di kota saya, ada sebuah workshop fotografi studio yang dilakukan oleh fotografer yang cukup punya nama, dia mengatakan untuk mempelajari lampu studio sekarang sudah tidak butuh lagi flash meter, karena sudah ada kamera digital. menurut saya secanggih apapun kameranya, bila ingin belajar lampu studio harus lah menguasai flas meter terlebih dahulu, bagaimanapun flash meter lah yang lebih akurat dari pada metering yang ada di kamera, sungguh lucunya fotografer zaman sekarang.
Tetapi dai belakang itu fotografi era digital tetap menyuguhkan warna yang berbeda dengan hadirnya banyak aliran baru di dalamnya yang tidak bisa di lakukan oleh kamera film seperti contohnya olah digitak yang dapat menambahkan elemen apapun dalam gambar. tetapi di balik itu pun kamera film tetap tidak akan dilupakan oleh para fotografer, karena keaslian dan ke unikan yang di timbulkannya akan sanagt terasa berbeda dari pada yang seba instan dan cepat
Buah pemikiran yang di ilhami oleh fil “The Terminal” dan sebuah film “school of rock” yang mengilhami sebuah pembelajaran yang dinamis dan naluri belajarnya pun dipakai di kehidupan pribadi untuk dapat memperoleh seseuatu yang di inginkan, bukan menjadi peniru yang di lakukan pendahulu kita atau orang yang lebih tua dari pada kita.
Di dalam hidup selalu ada masalah yang akan terus membayangi kehidupan kita, karena sebuah masalah timbul, adalah dimana kita sudah waktunya harus bertamabah dewasa dan belajar lagi. Sebuah masalah akan timbul karena akibat ulah dari perbuatan kita yang tidak di sengaja ataupun di sengaja, oleh sebab itu di setiap masalah pasti ada mental yang tertekan untuk dapat lolos dari masalah tersebut.
Dalam keadaan terdesak didalam kehidupan kita, kita akan mengeluarkan semua naluri dan kecerdasan kita, yang diman itu semua tidak dapat dilakukan dalam kehidpan yang normal seperti biasa, didalam keadaan terjepit biasanya kita dapat langsung mengerti untuk dapat belajar sesuatu.
Semua itu di sebut andrenalin seseorang pada saat terjepit oleh keadaan untuk dia memaksa kemampuannya keluar tanpa di ketahui kemampuan aslinya, banyak sekali pelatihan yang mengajarkan tentang ini, tentang mengeluarkan kemampuan aslinya, seperti halnya ESQ yang mencoba menerapkan film the terminal untuk sebagai acuan untuk dapat belajar dan mempelajari sesuatu.
Sekarang banyak sekali system pendidikan yang harus di ikuti oleh pelajar di
Di Indonesia kurang sekali pembelajaran tentang seni kepada siswanya, tetapi harus selalu memberikan teori saint dan sesuatu yang membuat orang menjadi kaku untuk dapat berkomunikasi dan tertutup. Senia dapat membangkitkan sebuah perasaan yang dinamis, ekspresif, dab sensitive terhadap sesuatu di sekeliling kita, hal tersebut yang kurang di dalam bangsa ini, karena di akibatkan oleh sisitem pendidikan yang menunutt seseorang menjadi anak yang harus sesuai dengan keinginan kedua orang tuanya.
Sebuah pembelajaran harus kita awali dengan niat yang baik untuk dapat berguna, system pendidikan di Negara ini harus di rubah agar dapat menimbulkan system yang dinamis di Negara kita ini.
Peri malam datang memnghampiri tidur ku
Menyajung segala angan di mimpiku
Membawa ku pergi ke alam fana di dunia mu
Ingin sekali ku menyanjung dirimu dengan bahasa ku
Tuk sampaikan pesan sayang pada dirimu
Seribu bahasa kusampaikan pada dirmu
Tanpa ada yang berubah dalam ucapan ku
Karena aku sayang padamu
Label: Goresan Tangan Kecil